Guest Lecture Geografi UNM dan BRIN Bahas Pemanfaatan LiDAR untuk Pemetaan Sistem Sesar Aktif di Pulau Sulawesi

Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik melalui program Guest Lecture bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting ini mengangkat tema “Pemanfaatan LiDAR dalam Memetakan Sistem Sesar Aktif di Pulau Sulawesi”. Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Uca, S.Si., M.P., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNM, Prof. Dr. H. Erman Syarif, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Jurusan Geografi, serta seluruh sivitas akademika Jurusan Geografi UNM.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh drh. Novarina selaku Master of Ceremony, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Jurusan Geografi, Prof. Dr. H. Erman Syarif, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya penguatan wawasan dan kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi dengan lembaga riset nasional. Selanjutnya, Prof. Uca, S.Si., M.P., Ph.D. turut memberikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan ilmu geografi, geologi, dan kebencanaan. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Adi Patria, S.T., M.Sc. dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN.

Dalam pemaparannya, Dr. Adi Patria menjelaskan berbagai aspek terkait studi sesar aktif di Indonesia, khususnya yang berkembang di Pulau Sulawesi. Materi diawali dengan pembahasan mengenai tujuan dan manfaat penelitian sesar aktif dalam mendukung upaya mitigasi bencana geologi. Narasumber kemudian menguraikan peran teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) sebagai salah satu teknologi penginderaan yang mampu menghasilkan data topografi beresolusi tinggi sehingga sangat efektif untuk mengidentifikasi jejak-jejak morfotektonik yang berkaitan dengan aktivitas sesar. Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran mengenai hasil penelitian pada Sesar Matano, termasuk karakteristik masing-masing segmen sesar yang telah dianalisis menggunakan pendekatan berbasis LiDAR.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan muncul mulai dari aspek teknis pengolahan data LiDAR, metode identifikasi sesar aktif, hingga peluang pengembangan penelitian kebencanaan geologi di Indonesia. Interaksi yang aktif antara narasumber dan peserta menunjukkan besarnya minat mahasiswa serta dosen terhadap pemanfaatan teknologi geospasial dalam mendukung kajian kebencanaan dan mitigasi risiko bencana.

Melalui kegiatan Guest Lecture ini, Jurusan Geografi FMIPA UNM berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai studi sesar aktif dan perkembangan teknologi yang digunakan dalam penelitian kebencanaan geologi. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa teknologi LiDAR telah memberikan lompatan signifikan dalam analisis morfotektonik, sementara penelitian sesar aktif memerlukan integrasi berbagai jenis data untuk menghasilkan interpretasi yang komprehensif. Studi kasus pada Sesar Matano menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan sains dan teknologi dapat berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman terhadap dinamika kebumian sekaligus mendukung upaya mitigasi risiko bencana di Pulau Sulawesi maupun wilayah Indonesia lainnya.

Leave a Reply